Selasa, 19 Agustus 2008

Laut..... m.., ada kaitannya dengan pantai khan...

Ekosistem pantai di sekeliling kita yang menyimpan berjuta rahasia menarik. Sudah kah kita melindunginya ?
Tanpa kita sadari keindahan yang tersembunyi di balik ekosistem tadi telah
berangsur lenyap. Kegiatan kegiatan yang ada selama ini sudah menyita banyak tempat ekosistem pantai di sekeliling kita, pantai dan laut disekeliling kita perlahan lahan mulai terkontaminasi.

Sumber daya alam yang ada di ekosistem pantai Indonesia memiliki daya dukung terhadap pembangunan. Tetapi belum ada usaha yang benar dalam memanraatkan sumber daya tersebut. Kegiatan di pantai dan ,laut di Indonesia kebanyakan masih bersifat merusak, contohnya :

  1. Konversi Hutan mangrove sebagai lokasi pertambakan dan lokasi pemukiman mendorong degradasi hutam mangrove hingga ribuan hektar di seluruh kawasan Timur Indonesia.
  2. Penggunaan Bom dan bahan beracun seperti Cianida sampai tahun 2007 telah menyisakan kerusakan terumbu karang hingga mencapai 70 % dari total luasan terumbu karang Indonesia umumnya dan Kawasan Timur Indonesia khususnya.
Selama ini mungkin sudah ada pemanfaatan sumber daya ekosistem di Idonesia tetapi belum maksimal karena tidak memperhatikan kelestarian alam yang ada. Tidak ada yang bertanggung jawab atas kerusakan alam yang ditimbulkan. masyarakat seperti menganggap sumber daya itu tidak akan pernah habis atau rusak, pemikiran seperti itu telah mendorong usaha exploitasi menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan.
Selain itu pemanfaatan sumber dayanya juga belum maksimal. SDA seperti
ekstrasi senyawa-senyawa bioaktif (natural products), seperti squalence, omega-3, phycocolloids, biopolymers, dan sebagainya dari microalgae (fitoplankton), macroalgae (rumput laut), mikroorganisme, dan invertebrata belum dimanfaatkan. Padahal Amerika Serikat yang memiliki potensi keanekaragaman hayati laut yang jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia, pada tahun 1994 sudah meraup devisa dari industri bioteknologi kelautan sebesar 40 milyar dolar, di Indonesia hanya 20 milyar dolar per tahun.

Aduh.... bagaimana keadaan perairan Indonesia di masa mendatang ya....


Tidak ada komentar: